Universitas Galuh Tanam 500 Pohon di Desa Gegempalan sebagai Wujud Komitmen Konservasi Lingkungan
Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-27, Universitas Galuh Ciamis melaksanakan kegiatan penghijauan melalui penanaman berbagai jenis pohon di Desa Gegempalan, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, pada Sabtu siang. Program ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi Universitas Galuh dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, civitas akademika Universitas Galuh bersama masyarakat setempat menanam sekitar 500 bibit pohon, terdiri dari pohon aren, nangka, durian, hingga picung. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat kondisi ekologis desa sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya konservasi sumber daya alam.
Rektor Universitas Galuh, Prof. Dr. Dadi, M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini selaras dengan komitmen institusi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan, khususnya kawasan Gunung Sawal yang berstatus sebagai suaka margasatwa. Beliau menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk mendukung upaya konservasi tersebut, salah satunya melalui pembangunan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah konservasi. Pendekatan ini diyakini mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kawasan Gunung Sawal dan turut menjaga kelestariannya.
Lebih jauh, Rektor menyatakan harapannya agar Universitas Galuh ke depan dapat berperan sebagai lembaga unggul dalam pengembangan konservasi dan kebudayaan, baik pada tingkat regional maupun global.
Sementara itu, Kepala Desa Gegempalan, Wawan Munawar, memberikan apresiasi atas inisiatif Universitas Galuh. Ia menjelaskan bahwa desa telah menyiapkan sejumlah titik penanaman, mulai dari tanah desa sebagai lokasi prioritas, jalur poros desa, hingga kawasan cagar budaya Situs Pasarean Makam Bupati Ciamis ke-4 dan ke-6. Sekitar 180 lubang tanam telah dipersiapkan di sepanjang jalan poros desa sebagai tahap awal pelaksanaan kegiatan.
Program ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekologis jangka panjang, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam memperjuangkan kelestarian lingkungan dan nilai-nilai budaya daerah.